Kamis, 14 Agustus 2014
Letak Kebahagiaan Itu
In
light of Robin Williams' dead: Jika kekayaan bisa membuat
orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari jerman, tidak
akan menabrakkan badannya ke kereta api.Jika ketenaran bisa membuat
orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak
akan meminum obat tidur hingga overdosis.Jika kekuasaan bisa membuat
orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil,
tidak akan menembak jantungnya.Jika kecantikan bisa membuat orang
bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari Amrik, tidak akan
meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.Jika kesehatan bisa
membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari
Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di
televisi.Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan
ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya,
sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.Tapi yang bisa membuat seseorang
itu bahagia adalah dirinya sendiri... mampukah ia mau mensyukuri semua
yang sudah dimilikinya dalam segala hal."Kalau kebahagiaan bisa dibeli,
pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. dan kita akan sulit
mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.""Kalau
kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan
kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan
itu berada ."Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap
manusia.Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan
itu.Yang kita perlukan adalah HATI yang BERSIH dan IKHLAS serta PIKIRAN
yang JERNIH, maka kita bisa menciptakan rasa BAHAGIA itu kapan pun, di
manapun dan dengan kondisi apapun."KEBAHAGiAAN itu milik "Orang-orang
yang dapat BERSYUKUR"."JIKA KAMU TIDAK MEMILIKI APA YANG KAMU SUKAI,
MAKA SUKAILAH APA YG KAMU MILIKI SAAT INI"
Jumat, 25 Juli 2014
Manfaat Kurma Untuk Kesuburan Pria Dan Wanita
Kesuburan pria dan wanita bisa ditingkatakn dengan
berbagai cara. Kesuburan merupakan kunci utama untuk suksesnya
kehamilan. Kehamilan bisa terjadi ketika sel sperma mampu untuk membuahi
sel telur. Jika ingin mempercepat kehamilan, ketika melakukan hubungan
intim suami istri harus ada dalam kondisi subur. Kesuburan bisa
ditingkatkan dari makanan. Salah satu makanan yang mempunyai manfaat
untuk meningkatkan kesuburan ayitu buah kurma. Kurma dipercaya
mengandung banyak manfaat, tidak hanya sebagai makanan penghilang rasa
lapar, kurma juga diyakini memiliki manfaat untuk kesuburan.
Menurut penelitian, buah kurma mengandung hormon Bitosi. Hormon ini
berperan khusus untuk kerja peristaltic dalam jaringan darah dan rahim,
sehingga kurma dipercaya bisa membantu menghindari terjadinya perdarahan
rahim. Selain itu, buah kurma juga mengandung hormon yang mirip dengan
hormon Oksitosin yaitu hormon yang dihasilkan oleh neurohipofisa. Hormon
tersebut bekerja untuk emrangsang kontraksi otot polos dinding rahim
selama berhubungan intim dan membantu proses kelahiran. Hormon oksitosin
akan menyatu dengan reseptornya untuk memulai kontraksi otot yang
teratur secara berthap sehingga menyebabkan perluasan leher rahim, dari
situ akan terjadi proses kelahiran.
Kurma muda mampu mengatasi berbagai masalah diantaranya, mengatasi
kemandulan suami istri, meningkatkan kesuburan pria dan wanita,
menyuburkan dan menguatkan andungan, mengentalkan dan menambah jumlah
sperma, menambah hormon pria, dan menambah keharmonisan pasangan suami
istri dalam melakukan hubungan intim.
Kamis, 10 Juli 2014
SAAT KU TAK MELIHAT JALAN-MU
SAAT KU TAK MENGERTI RENCANA-MU
NAMUN TETAP KU PEGANG JANJI-MU
PENGHARAPANKU HANYA PADA-MU
HATIKU PERCAYA
HATIKU PERCAYA
HATIKU PERCAYA
S'LALU KU PERCAYA
LORD I WILL TRUST IN YOU
LORD I WILL TRUST IN YOU
LORD I WILL TRUST IN YOU
MY HEART WILL TRUST IN YOU
hanya itu yg bisa ku perdengarkan saat ku mulai Jatuh karna Kecewa!!!!
Minggu, 22 Juni 2014
Sekilas Info Tentang Rahim Terbalik
Rahim terbalik atau uterus retofleksi adalah suatu kondisi dimana puncak rahim terletak di belakang dan atau bawah rongga panggul. Penyebabnya tidak diketahui, umumnya merupakan bawaan sejak lahir. Pada saat hamil di atas tiga bulan, umumnya sulit mengetahui apakah rahim Ibu terbalik atau tidak karena rahim sudah membesar dan keluar dari rongga panggul.
Repotnya, ada sekitar 30% wanita yang posisi rahimnya disebut retrofleksi, atau dalam istilah awam disebut “tebalik”. Kondisi ini bisa diketahui dokter kandungan saat periksa dalam. Nah, jika kebetulan sperma yang akan membuahi sel telurnya juga “lamban”, maka kondisi rahim “terbalik” ini memang tidak menguntungkan. Mengapa? Pada kondisi rahim yang “terbalik”, sehabis berhubungan intim biasanya cairan sperma (yang pada dasarnya memang sudah “lamban”) seolah-olah tumpah keluar tanpa sempat membuahi.
Rahim Terbalik / Uterus Retrofleksi terjadi jika posisi rahim letaknya membelakangi pelvis. Kondisi ini bisa jadi karena tertekuk, rebah kebelakang atau rahim terbalik. Pada kondisi normal, rahim sebagai oragan tempat bayi tumbuh dan berkembang letaknya cenderung condong kearah perut atau tegak terhadap pelvis.
Rahim yang rebah bisa terjadi jika rahim tak pernah dikembalikan keposisi yang benar selama masih anak-anak atau memasuki usia dewasa. Rahim rebah juga bisa terjadi karena endometriosis atau uterine fibroid yang sama-sama menyebabkan parut atau bintil-bintil yang berakibat pada perubahan posisi rahim.
Banyak wanita tidak menyadari bahwa posisi rahimnya rebah sampai kemudian merasakan adanya keluhan.
Gejalanya antara lain : rasa sakit saat haid atau berhubungan seks, mudah ngompol, infeksi saluran kencing, dan keluhan ketidaksuburan. Sebagian besar rahim rebah atau tipped uterus ditemukan saat pemeriksaan oleh ginekolog.
Perawatan terhadap keluhan rahim rebah dilakukan dengan sedikit operasi kecil. Maksudnya untuk melakukan koreksi. Cara lain bisa dengan senam khusus, meskipun hasilnya bersifat sementara. Selain itu ada alat serupa silicon yang dimasukan melalui vagina untuk memperbaiki letak rahim yang rebah.
Rebah rahim tidak selalu menyebabkan masalah kesuburan dan kehamilan. Sperma masih mampu mencapai sel telur untuk terjadinya pembuahan. Tapi perlu dilakukan koreksi posisi rahim pada akhir trimaster pertama. Jarang terjadi rahim rebah pada ibu hamil menyebabkan keguguran. Mayaritas kehamilan dengan kondisi rahim rebah bias mencapai cukup bulan dan tidak ada komplikasi yang dialami ibu dan bayinya. Rahim terbalik atau rebah terjadi pada sekitar 20% wanita diseluruh dunia, meskipun dilaporkan tidak menyebabkan komplikasi selain keluhan sakit.
Umumnya gejala yang paling mudah dikenali antara lain :
* Merasa kesakitan saat berhubungan seks atau dyspareunia
* Sakit selama haid (dysmenorrhea)
* Sakit pada pinggan bagian bawah
* Sering terkena infeksi saluran kencing
* Sering mengompol
* Sakit saat memakai pembalut tampon
* Keluhan kesuburan
Jika merasakan sebagian keluhan diatas, sebaiknya segera pemerikasaan kedokter kandungan untuk pemeriksaan lebih detail. Biasanya akan dilakukan pemerikasaan pelvis dan USG.
Hal lain yang perlu dilakukan :
► Olahraga, melakukan gerakan menarik lutut ke dada dapat memperbaiki letak rahim.
► Pessaries, sejenis plastic silicon yang dimasukkan ke rahim melalui vagina untuk mendukung agar rahim berada pada posisi yang seharusnya. Namun pemakaiannya hanya bersifat sementara.
► Pembedahan, operasi kecil dilakukan untuk melakukan koreksi dengan tujuan mereposisi ulang rahim dengan memotong dan memperpendek ligament yang menyokongnya. UPLIFT adalah bedah laparoskopi yang dilakukan dengan bantuan kamera mini.
Posisi Berhubungan Intim Untuk Rahim terbalik
Untuk mengatasinya, seseorang yang memiliki rahim terbalik dianjurkan untuk melakukan modifikasi posisi. Posisi yang disarankan adalah posisi menunduk atau menungging dan arah penetrasi pasangan dari belakang. Dengan posisi ini, mulut rahim akan searah dengan arah keluarnya sperma.
Setelah ejakulasi, jangan langsung berbaring terlentang atau berdiri. Usahakan tetap pertahankan posisi menunduk atau menungging sekitar 15 menit. Tujuannya untuk memberi kesempatan sperma berenang masuk ke dalam rahim dan menemui sel telur di saluran tuba (tuba fallopi). Dengan demikian, kehamilan diharapkan akan terjadi.
Semoga bermanfaat
Rabu, 28 Mei 2014
Dua rasa dari kutub yang berlawanan, seolah tarik menarik dan berusaha saling mengalahkan
Ada rasa yang berbeda ketika seorang teman mengabarkan kehamilannya
atau kelahiran anaknya. Bukan sebuah perasaan sederhana. Baik dan buruk
tercampur. Antara turut senang, antusias, sedih, dan iri.
Dua yang terakhir tentu saja lebih mudah dijelaskan penyebabnya. Karena aku sendiri belum mengalaminya (hamil dan melahirkan), maka ada perasaan sedih dan iri itu. Sedih karena seolah-olah hanya jadi penonton dan tak tahu kapan akan mendapatkan kesempatan yang sama. Iri karena merasa mendapat ketidakadilan. Dulu di tahun-tahun pertama perkawinan, aku bisa sampai kesal sekali jika mendengar kabar gembira itu dari pasangan yang menikah setelah kami. Rasanya seperti kalah dalam semacam lomba yang entah diselenggarakan dan dipopulerkan oleh siapa.
Soal senang dan antusias itu sebenarnya sebuah keajaiban. Yang hamil atau melahirkan orang lain, tidak ada hubungannya denganku, tetapi kenapa senang dan antusias itu bisa timbul juga? Kalau teman-teman yang sudah pernah mengalaminya sendiri ikut senang dan antusias karena mengingatkan pada pengalamannya sendiri, mungkin yang terjadi padaku adalah senang dan antusias karena masih ada satu prasangka baik: suatu saat nanti aku akan mengalaminya juga.
Dua rasa dari kutub yang berlawanan, seolah tarik menarik dan berusaha saling mengalahkan. Mana yang menang?
Beberapa minggu yang lalu, seorang teman bercerita tentang sahabatnya yang juga mengalami hal serupa denganku . Di usia perkawinannya yang kalau tidak salah sudah lebih dari tujuh tahun, mereka juga belum dikaruniai keturunan. Menurut cerita temanku itu, sahabatnya tersebut bahkan selalu menghapus kontak teman-teman di ponsel blackberry-nya kalau mereka hamil, melahirkan, lalu memajang foto bayi mereka sebagai foto profil. Eh, sebenarnya yang melakukan itu suaminya, sih. Namun itu dilakukannya demi melindungi sang istri yang selalu menangis tiap kali melihat foto bayi baru lahir milik teman-temannya.
Mendengar cerita itu, aku termangu. Tentu saja aku mengerti sekali perasaan itu. Bukan tidak pernah aku merasakan kesedihan yang sama hingga benar-benar menangis. Dan bukan tidak pernah aku pun mengadukan kesedihan itu pada suamiku. Tapi bagaimanapun, aku maupun suamiku tidak pernah sampai menghapus kontak teman-teman yang memajang foto anak-anak mereka. Yang terjadi malah sebaliknya: aku senang sekali berlama-lama memandangi bayi-bayi itu atau bahkan sang calon ibu dengan perut hamil mereka. Apalagi kalau orangtua sang bayi termasuk teman dekat. Jadi kalau ada perempuan yang punya hobi melihat foto-foto baju, tas, atau sepatu di toko online, aku punya hobi melihat foto-foto bayi dan perut ibu hamil, juga lihat-lihat baju tas sepatu buat anak-anak. kadang di pasar aja sering mandanginnya, n ntah kapan bisa memilikinya!!! Hahhahaha.
Sebenarnya wujud antusiasmeku atas kehamilan atau persalinan orang lain masih lebih jauh dari sekedar memandangi bayi-bayi atau perut ibu hamil itu. Sejak tahun pertama perkawinan, aku juga sudah rajin sekali mengikuti wacana-wacana kehamilan, persalinan, perawatan bayi dan balita hingga pendidikan anak. Mulai dari nimbrung dalam percakapan teman-teman yang sudah menjadi ibu sampai mencari informasi sendiri melalui buku dan situs-situs di internet. Tidak jarang aku tahu lebih dulu keberadaan akun yang giat menyebarkan informasi seputar kehamilan, persalinan atau parenting dan kemudian meneruskannya kembali pada teman-teman yang benar-benar membutuhkan (sedang hamil, akan bersalin, atau sedang pusing soal parenting).
Kalau dipikir-pikir, aku sendiri pernah merasa aneh. Semua wawasan itu belum tentu kubutuhkan (jika aku memang tidak akan pernah hamil dan berketurunan) dan bisa saja justru membangkitkan kesedihan karena semakin mengingatkanku pada kondisiku sendiri. Tapi itu kalau dipikir.:(
Dua yang terakhir tentu saja lebih mudah dijelaskan penyebabnya. Karena aku sendiri belum mengalaminya (hamil dan melahirkan), maka ada perasaan sedih dan iri itu. Sedih karena seolah-olah hanya jadi penonton dan tak tahu kapan akan mendapatkan kesempatan yang sama. Iri karena merasa mendapat ketidakadilan. Dulu di tahun-tahun pertama perkawinan, aku bisa sampai kesal sekali jika mendengar kabar gembira itu dari pasangan yang menikah setelah kami. Rasanya seperti kalah dalam semacam lomba yang entah diselenggarakan dan dipopulerkan oleh siapa.
Soal senang dan antusias itu sebenarnya sebuah keajaiban. Yang hamil atau melahirkan orang lain, tidak ada hubungannya denganku, tetapi kenapa senang dan antusias itu bisa timbul juga? Kalau teman-teman yang sudah pernah mengalaminya sendiri ikut senang dan antusias karena mengingatkan pada pengalamannya sendiri, mungkin yang terjadi padaku adalah senang dan antusias karena masih ada satu prasangka baik: suatu saat nanti aku akan mengalaminya juga.
Dua rasa dari kutub yang berlawanan, seolah tarik menarik dan berusaha saling mengalahkan. Mana yang menang?
Beberapa minggu yang lalu, seorang teman bercerita tentang sahabatnya yang juga mengalami hal serupa denganku . Di usia perkawinannya yang kalau tidak salah sudah lebih dari tujuh tahun, mereka juga belum dikaruniai keturunan. Menurut cerita temanku itu, sahabatnya tersebut bahkan selalu menghapus kontak teman-teman di ponsel blackberry-nya kalau mereka hamil, melahirkan, lalu memajang foto bayi mereka sebagai foto profil. Eh, sebenarnya yang melakukan itu suaminya, sih. Namun itu dilakukannya demi melindungi sang istri yang selalu menangis tiap kali melihat foto bayi baru lahir milik teman-temannya.
Mendengar cerita itu, aku termangu. Tentu saja aku mengerti sekali perasaan itu. Bukan tidak pernah aku merasakan kesedihan yang sama hingga benar-benar menangis. Dan bukan tidak pernah aku pun mengadukan kesedihan itu pada suamiku. Tapi bagaimanapun, aku maupun suamiku tidak pernah sampai menghapus kontak teman-teman yang memajang foto anak-anak mereka. Yang terjadi malah sebaliknya: aku senang sekali berlama-lama memandangi bayi-bayi itu atau bahkan sang calon ibu dengan perut hamil mereka. Apalagi kalau orangtua sang bayi termasuk teman dekat. Jadi kalau ada perempuan yang punya hobi melihat foto-foto baju, tas, atau sepatu di toko online, aku punya hobi melihat foto-foto bayi dan perut ibu hamil, juga lihat-lihat baju tas sepatu buat anak-anak. kadang di pasar aja sering mandanginnya, n ntah kapan bisa memilikinya!!! Hahhahaha.
Sebenarnya wujud antusiasmeku atas kehamilan atau persalinan orang lain masih lebih jauh dari sekedar memandangi bayi-bayi atau perut ibu hamil itu. Sejak tahun pertama perkawinan, aku juga sudah rajin sekali mengikuti wacana-wacana kehamilan, persalinan, perawatan bayi dan balita hingga pendidikan anak. Mulai dari nimbrung dalam percakapan teman-teman yang sudah menjadi ibu sampai mencari informasi sendiri melalui buku dan situs-situs di internet. Tidak jarang aku tahu lebih dulu keberadaan akun yang giat menyebarkan informasi seputar kehamilan, persalinan atau parenting dan kemudian meneruskannya kembali pada teman-teman yang benar-benar membutuhkan (sedang hamil, akan bersalin, atau sedang pusing soal parenting).
Kalau dipikir-pikir, aku sendiri pernah merasa aneh. Semua wawasan itu belum tentu kubutuhkan (jika aku memang tidak akan pernah hamil dan berketurunan) dan bisa saja justru membangkitkan kesedihan karena semakin mengingatkanku pada kondisiku sendiri. Tapi itu kalau dipikir.:(
Sabtu, 26 April 2014
Lebih Puas Masturbasi daripada dengan Suami
SEORANG wanita, usia 27 tahun, sudah
menikah dua tahun lamanya tetapi belum hamil. Wanita aktif, sebut saja X
ini mengeluh tidak pernah merasa kenikmatan setiap kali melakukan
hubungan seks dengan suami. Padahal, nafsu seksnya besar sekali,
katanya.
Tiga hari tidak melakukan hubungan seks, gairahnya sudah menggebu, walaupun akhirnya tidak merasakan apa-apa. Sebaliknya hanya kejengkelan dan kekecewaan saja yang dirasakan, setiap melakukan hubungan seks, rasanya cukup lama, tetapi anehnya tidak pernah merasakan kenikmatan.
Sebaliknya, kalau melakukan masturbasi, wanita ini justru bisa merasakan nikmat luar biasa. Dia mengaku sudah melakukan masturbasi sejak sebelum menikah, tetapi tidak pernah melakukan hubungan seks dengan siapa pun sebelumnya. Saat sudah menikah, kebiasaan ini masih sering dilakukannya dan kerap pula muncul rasa kecewa. Untuk apa punya suami? Si wanita bertanya, kelainan apa yang dialamibya ini? Apa yang harus dilakukan agar dapat mencapai kenikmatan dengan hubungan seks, dan juga dapat hamil?
Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And pun menjawab. Keluhan si wanita ini, kata pakar seks dan androlog dari Universitas Udayana Bali ini menunjukkan bahwa dia mengalami suatu gangguan fungsi seksual, yaitu hambatan orgasme atau yang disebut juga disfungsi orgasme.
Gangguan ini dialami oleh banyak wanita, termasuk yang sudah lama menikah. Ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan hambatan orgasme. Pertama, hambatan komunikasi dengan suami. Kedua, mengalami hambatan psikis setiap melakukan hubungan seksual. Ketiga, rangsangan seksual tidak cukup diterima. Keempat, posisi hubungan seksual tidak efektif bagi wanita. Kelima, gangguan fungsi seksual di pihak pria.
Dengan melihat faktor penyebab tersebut, ternyata tidak selalu penyebabnya ada di pihak wanita sendiri, walaupun yang mengalami masalah pihak wanita. Justru cukup banyak penyebabnya terletak di pihak pria, berupa gangguan fungsi seksual, khususnya ejakulasi dini dan gangguan ereksi. Jadi, kalau pihak pria mengalami gangguan fungsi seksual tersebut, hubungan seksual tidak dapat berlangsung seperti yang diharapkan.
Kalau si wanita dapat mencapai orgasme melalui masturbasi, lanjut Wimpie, itu menunjukkan bahwa penyebab hambatan orgasme bukan terletak pada diri Anda. Paling sedikit ada dua hal yang dapat menjelaskan mengapa dengan melakukan masturbasi si wanita dapat mencapai orgasme. Pertama, dengan melakukan masturbasi si wanita dapat menerima rangsangan seksual yang efektif, mungkin pada klitoris atau G-spot, karena si wanita sendiri yang mengatur dan melakukannya. Kedua, tanpa melakukan hubungan seksual, berarti tidak ada hambatan psikis yang dialami, khususnya yang berkaitan dengan keberadaan pihak suami.
Perasaan kecewa yang dialami melalui kalimat ¨Untuk apa punya suami¨ dapat dimengerti. Tentu saja dengan melakukan hubungan seksual, diharapkan dapat merasakan kepuasan seksual, tidak sekadar kenikmatan seksual, seperti yang dirasakan ketika melakukan masturbasi. Dengan melakukan hubungan seksual, diharapkan merasakan juga keterlibatan emosional yang memberikan kepuasan seksual.
Namun, tak ada hubungan antara tidak pernah merasakan orgasme dengan belum hamil. Untuk terjadinya kehamilan, diperlukan kesuburan yang baik pada kedua pihak, dan hubungan seksual yang berlangsung pada saat subur wanita. Jadi, walaupun si wanita tidak pernah mencapai orgasme, kehamilan dapat saja terjadi asal kesuburan si wanita dan suami baik.
Untuk mengatasi masalah, perlu konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut, sehingga dapat diketahui apa penyebab dasar hambatan orgasme yang dialami. Setelah itu barulah dapat dilakukan cara atau pengobatan yang tepat. Ada cara latihan bagi wanita yang mengalami hambatan orgasme seperti si wanita ini. Hasilnya pun cukup menggembirakan, dalam arti kemudian dapat mencapai orgasme melalui hubungan seksual.
Di sisi lain, kesuburan si wanita dan suami juga perlu diperiksa mengingat belum hamil, padahal sudah dua tahun menikah. Sebenarnya kalau telah setahun melakukan hubungan seksual secara teratur tetapi belum hamil, pasangan itu dianggap sebagai pasangan tidak subur. Jadi, si wanita dan suami sebenarnya tergolong pasangan yang tidak subur atau infertil. Si wanita dan suami perlu konsultasi dan pemeriksaan yang benar.
Jumat, 25 April 2014
MASAK-MASAK YUHUUUU
Ayam Goreng Kalasan
Bahan
.1 ekor ayam kampung potong 4 bagian
.air kelapa
.lengkuas
.asam jawa
.daun salam
Bumbu yg dihaluskan:
.bawang merah
.bawang putih
.1sdt cuka
.garam
Bahan sambal:
.cabe merah
.bawang merah
.garam
.gula merah
.tomat
Cara membuat:
-rebus ayam dgn air kelapa, bumbu yg dihaluskan, daun salam,lengkuas (digeprek),asam jawa.dan kecap manis. Rebus sampai empuk
- goreng ayam sebentar kemudian angkat
-kemudian siapkan sambal dgn cra menghaluskan semua bahan sambal
-tumis sampai harum dan matang
- sambal siap disajikan bersama ayam goreng kalasan dan nasi serta lalapan
Tips:selama direbus, gunakan api kecil agar bumbu meresap
====AYAMNYA SIAP DI SANTAP====
.1 ekor ayam kampung potong 4 bagian
.air kelapa
.lengkuas
.asam jawa
.daun salam
Bumbu yg dihaluskan:
.bawang merah
.bawang putih
.1sdt cuka
.garam
Bahan sambal:
.cabe merah
.bawang merah
.garam
.gula merah
.tomat
Cara membuat:
-rebus ayam dgn air kelapa, bumbu yg dihaluskan, daun salam,lengkuas (digeprek),asam jawa.dan kecap manis. Rebus sampai empuk
- goreng ayam sebentar kemudian angkat
-kemudian siapkan sambal dgn cra menghaluskan semua bahan sambal
-tumis sampai harum dan matang
- sambal siap disajikan bersama ayam goreng kalasan dan nasi serta lalapan
Tips:selama direbus, gunakan api kecil agar bumbu meresap
====AYAMNYA SIAP DI SANTAP====
Tips Membuat Brownies
Sampai
detik ini begitu banyak sekali aneka variasi dari brownies dengan
berbagai macam tampilan dan berbagai macam citarasa yang banyak ragamnya
dan tentu saja menggoda. Akan tetapi dari kesemuanya itu tetap saja
aroma bahan dasar brownies baik brownies kukus maupun brownis panggang
adalah aroma dari coklat yang begitu khas, harum dan menggoda selera.
- Membuat Brownies pada umumnya terdiri dari 3 langkah dasar; mentega dan cokelat dicairkan, telur dan gula dikocok bersama dan terakhir masukkan sedikit terigu. Triknya, jangan terlalu lama mengocok karena Brownies akan menjadi basah, padat dan kenyal. Terlalu lama dikocok akan menyebabkan brownies keras atau berbentuk lapisan kering tipis pada permukaan kue (meskipun lapisan kering tipis ini menjadi salah satu ciri khas produsen Brownies di Bandung). Kocoklah bahan-bahan basah dan kering hingga tercampur saja, jangan terlalu lama mengocok setelah terlur dimasukkan.
- Kebanyakan resep brownies dimulai dengan mencairkan mentega dan cooking chocolate (cokelat batang/cokelat masak). Cara paling aman untuk proses ini ialah menggunakan 2 panci dengan ukuran berbeda. Panic besar diisi air mendidih, lalu letakkan panic kecil di atasnya dan isi dengan kedua bahan tersebut, aduk-aduk hingga cokelatnya mencair.
- Untuk meningkatkan tekstur brownies, adonan mentah di loyang dapat disimpan dulu dalam lemari pendingin selama beberapa jam atau semalaman sebelum dipanggang.
- Gunakan loyang dari stainless steel agar panasnya merata. Hindari pinggan dari gelas maupun loyang berwarna gelap dan anti lengket, karena kue bisa menjadi basah dan volumenya berkurang.
- Brownies dapat dipanggang dalam cetakan muffin kecil, agar tidak repot memotongnya. Alasi loyang dengan alumunium foil biar bersih.
- Bila brownies menggunakan kacang, gunakan yang telah dipanggang untuk meningkatkan aroma kacang.
- Berapa lama memanggang brownies? Pengalaman adalah guru terbaik, tapi ada beberapa petunjuk umum yang dapat diikuti. Untuk brownies jenis fudge, keluarkan kue segera setelah pinggiran kue sedikit menyusut dari loyang. Bagian tengah kue masih sedikit liat dan lengket, tetapi segera mengeras setelah kue dingin. Untuk brownies jenis cake, tusukkan lidi ditengah kue, bila remah-remah kue melekat pad alidi berarti sudah matang.
- Biarkan brownies dingin diloyang sebelum dilepaskan dari loyang dan dipotong-potong.
- Brownies dapat tahan disimpan dalam wadah tertutup rapat. Bila hendak dinikmati, jangan dinginkan di kulkas karena akan kering, kecuali bila hendak disimpan lama, karena brownies tahan 4-6 bulan dalam freezer.
- ===========================THANYOU=============================
Selasa, 22 April 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
